Di sini perhentianku/pada gundah dan rindu yang sangat mendera/menyayat-nyatat dinding jiwa/membentuk luka kemudian air mata//
Lalu ku minta tanggung jawabmu/atas luka/atas airmata/yang kudapati hanya bisu seribu kata//
Maka ku larut semua duka itu di tanah-tanah basah/sepanjang pelarian kembali untuk menuju tempat pulang//
Tapi di sinipun tak ada apa-apa/hanya sisa bau perih yang tertinggal/dan kemana lagi aku harus berlari/kemana lagi aku harus bersinggah meletakan hati yang tak ingin ku bawa-bawa lagi//
Senin, 20 September 2010
Sabtu, 11 September 2010
Bocah Bocah
bocah-bocah kecil berlarian/bertelanjang dada tanpa alas kaki/tawa-tawa merdu membahana dari mulut-mulut mereka/coba memilih masa depan yang banyak warnanya
tik tok tik tok/waktu juga ternyata berlari/berlomba dengan harapan/untuk cita masa depan/yang beragam bentuknya
ups ada beberapa bocah tertinggal/tersandung beban yang harusnya belum tersandang/beragam sebutanya
tik tok tik tok/waktu tidak berbaik hati menunggu/rupanya takut juga tertinggal harap/dan membeku menjadi masa lalu/bermacam lukanya
_16 Juni 2010 jam 10:00_
tik tok tik tok/waktu juga ternyata berlari/berlomba dengan harapan/untuk cita masa depan/yang beragam bentuknya
ups ada beberapa bocah tertinggal/tersandung beban yang harusnya belum tersandang/beragam sebutanya
tik tok tik tok/waktu tidak berbaik hati menunggu/rupanya takut juga tertinggal harap/dan membeku menjadi masa lalu/bermacam lukanya
_16 Juni 2010 jam 10:00_
Jumat, 10 September 2010
"Aku hanya rindu padamu"
Kutemani kesendirianmu saat ini/saat ramai dikejauhan menjadi musuh yang melukai/kutemani kehampaanmu melewati pagi/saat lelah mengawang-awang di batas sadar//
Berkisah lagi pagi ini/menunggu embun yang menetes dari dedaunan/kisah tentang keriangan/yang melompat jauh sampai entah dimana//aku rindu kisahmu/tentang pagi-pagi yang penuh sinar matahari/rindu kisahmu tentang menyulam mimpi menjadi realita//
Maka kutemani saja kau disini/lewat sebatas kata/yang tidak muluk-muluk/yang mengatakan “aku hanya rindu padamu”
Berkisah lagi pagi ini/menunggu embun yang menetes dari dedaunan/kisah tentang keriangan/yang melompat jauh sampai entah dimana//aku rindu kisahmu/tentang pagi-pagi yang penuh sinar matahari/rindu kisahmu tentang menyulam mimpi menjadi realita//
Maka kutemani saja kau disini/lewat sebatas kata/yang tidak muluk-muluk/yang mengatakan “aku hanya rindu padamu”
Sabtu, 04 September 2010
Pulanglah..
kupertemukan kau dengan wajah malam/ yang kesepian/yang basah dan berangin/memendam sengsara beribu doa/menyimpan nestapa beribu tangis//
Kusinggungkan katamu dengan prahara yang melintas di mata zaman/yang seperti kompas bermata 4 penjuru mata angin/berfungsi menunjuk arah/kemana hendak pulang//
Sekarang disini/percuma saja berduka sendiri/tertawapun jadi hampa bila tidak sampai pada hati//menunggu saja/sejenak saja/tidak lama, hanya sampai batas sabar/ yang mampu ditanggung hati/maka berlalulah waktu yang tersangkut disini//
Silahkan berjalan/lewati lorong mana saja yang hendak engkau lewati/tidak akan ada halangan/bahkan krikil pun tak/pulanglah ke mana mata angin yang kau pilih/pulanglah, dan jangan membawa dukaku bersamamu
Kusinggungkan katamu dengan prahara yang melintas di mata zaman/yang seperti kompas bermata 4 penjuru mata angin/berfungsi menunjuk arah/kemana hendak pulang//
Sekarang disini/percuma saja berduka sendiri/tertawapun jadi hampa bila tidak sampai pada hati//menunggu saja/sejenak saja/tidak lama, hanya sampai batas sabar/ yang mampu ditanggung hati/maka berlalulah waktu yang tersangkut disini//
Silahkan berjalan/lewati lorong mana saja yang hendak engkau lewati/tidak akan ada halangan/bahkan krikil pun tak/pulanglah ke mana mata angin yang kau pilih/pulanglah, dan jangan membawa dukaku bersamamu
Senin, 23 Agustus 2010
_fragmen rinduku_
Dan pemandangan itu kosong, hanya hampa meresap kerongga kalbu. Maka ku putuskan mengirim rindu yang sama kepadmu.
Supaya engkau rasai juga gumuruh rindu yang mengamuk di dalam jiwa.
“Mari kesini, duduk saja disebelah kami”
Diam saja bahagia, merasakan sayang hanya lewat sepotong bisu..
Dan kitapun tersenyum bersama, senyum yang oleh mimpi di kenangkan abadi.
28 Juli 2010
Supaya engkau rasai juga gumuruh rindu yang mengamuk di dalam jiwa.
“Mari kesini, duduk saja disebelah kami”
Diam saja bahagia, merasakan sayang hanya lewat sepotong bisu..
Dan kitapun tersenyum bersama, senyum yang oleh mimpi di kenangkan abadi.
28 Juli 2010
pertanyaan no.3
Mengapa Tuhan menciptakan "kita"?/bertemupun tidak/tapi kenagan tentangmu menghantui setengah isi kepalaku/
ini dosa?/atau hukuman atas khilafku padaMU?/
dan sekali lagi/mengejar-ngejar angan/berlari-lari tanpa tujuan/yang sampai padamu pun tidak/
sia-sia lagi/sia-sia lagi/berkali-kali kata "ikhlas" di dengung tetap percuma/
Aku cuma bisa sampai di sini/tidak bisa lebih jauh/tidak ada jalan/hanya gelap lagi-lagi/
jadi/cukup pantaskah "selamat tinggal" jadi kata selanjutnya/padamu/ya. padamu/aku bertanya?/
12 agustus 2010
ini dosa?/atau hukuman atas khilafku padaMU?/
dan sekali lagi/mengejar-ngejar angan/berlari-lari tanpa tujuan/yang sampai padamu pun tidak/
sia-sia lagi/sia-sia lagi/berkali-kali kata "ikhlas" di dengung tetap percuma/
Aku cuma bisa sampai di sini/tidak bisa lebih jauh/tidak ada jalan/hanya gelap lagi-lagi/
jadi/cukup pantaskah "selamat tinggal" jadi kata selanjutnya/padamu/ya. padamu/aku bertanya?/
12 agustus 2010
Kamis, 19 Agustus 2010
"Harap untuk cinta"
suara itu datang sayup-sayup dari jauh/kabarkan kerinduan yang mendalam pada cinta/
siapa termenung/siapa menungggu/
galau hati makin menjadi-jadi/
suara itu terdengar sayup-sayup dari jauh/beritakan cinta yang penuh rindu membara/
siapa bersimpuh/siapa berair mata/
gundah jiwa makin merana/
mari kemari cinta/duduk bersama di selasar beranda/
menatap senja yang semakin jingga/mengkhayal masa yang kelak tiba/
silahkan termenung cinta/walau waktu hanya menunda/
kealpaan sekali mungkin biasa/bisa dihapus dengan sekali kata/
ahh..malam sudah datang rupanya/dan bintang menyapa lebih dulu dari gelap/
masih berfikir cinta/tunda saja/sandarkan dulu di pinggir beranda/
esok lagi cinta/mungkin masih ada hari yang lain esok/
saat terang menanjak perlahan/saat harap menjadi lebih nyata/
Senin, 16 Agustus 2010
Pemberhentian
satu sore disebuah pemberhentian/hujan rintik jatuh satu satu ke kaca jendela/menikmati lagi dengkuran lelah yang ritmenya menjadi syair puisi/
mungkin ini buktinya cinta/pada hujan kita menghiba/pada sore kita mencari/jalan, jalan menuju bukit agung, dmana asa bersatu/
selayaknya perjalanan/akhir adalah pemberhentian/bertemu, pun tidak/perjalanan mesti brlabuh/entah di samudra luka/entah di gurun bahagia
10 Agustus 2010 (dalam sebuah perjalanan yang akhirnya berakhir)
mungkin ini buktinya cinta/pada hujan kita menghiba/pada sore kita mencari/jalan, jalan menuju bukit agung, dmana asa bersatu/
selayaknya perjalanan/akhir adalah pemberhentian/bertemu, pun tidak/perjalanan mesti brlabuh/entah di samudra luka/entah di gurun bahagia
10 Agustus 2010 (dalam sebuah perjalanan yang akhirnya berakhir)
Langganan:
Postingan (Atom)