kupertemukan kau dengan wajah malam/ yang kesepian/yang basah dan berangin/memendam sengsara beribu doa/menyimpan nestapa beribu tangis//
Kusinggungkan katamu dengan prahara yang melintas di mata zaman/yang seperti kompas bermata 4 penjuru mata angin/berfungsi menunjuk arah/kemana hendak pulang//
Sekarang disini/percuma saja berduka sendiri/tertawapun jadi hampa bila tidak sampai pada hati//menunggu saja/sejenak saja/tidak lama, hanya sampai batas sabar/ yang mampu ditanggung hati/maka berlalulah waktu yang tersangkut disini//
Silahkan berjalan/lewati lorong mana saja yang hendak engkau lewati/tidak akan ada halangan/bahkan krikil pun tak/pulanglah ke mana mata angin yang kau pilih/pulanglah, dan jangan membawa dukaku bersamamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar