Dan pemandangan itu kosong, hanya hampa meresap kerongga kalbu. Maka ku putuskan mengirim rindu yang sama kepadmu.
Supaya engkau rasai juga gumuruh rindu yang mengamuk di dalam jiwa.
“Mari kesini, duduk saja disebelah kami”
Diam saja bahagia, merasakan sayang hanya lewat sepotong bisu..
Dan kitapun tersenyum bersama, senyum yang oleh mimpi di kenangkan abadi.
28 Juli 2010
Senin, 23 Agustus 2010
pertanyaan no.3
Mengapa Tuhan menciptakan "kita"?/bertemupun tidak/tapi kenagan tentangmu menghantui setengah isi kepalaku/
ini dosa?/atau hukuman atas khilafku padaMU?/
dan sekali lagi/mengejar-ngejar angan/berlari-lari tanpa tujuan/yang sampai padamu pun tidak/
sia-sia lagi/sia-sia lagi/berkali-kali kata "ikhlas" di dengung tetap percuma/
Aku cuma bisa sampai di sini/tidak bisa lebih jauh/tidak ada jalan/hanya gelap lagi-lagi/
jadi/cukup pantaskah "selamat tinggal" jadi kata selanjutnya/padamu/ya. padamu/aku bertanya?/
12 agustus 2010
ini dosa?/atau hukuman atas khilafku padaMU?/
dan sekali lagi/mengejar-ngejar angan/berlari-lari tanpa tujuan/yang sampai padamu pun tidak/
sia-sia lagi/sia-sia lagi/berkali-kali kata "ikhlas" di dengung tetap percuma/
Aku cuma bisa sampai di sini/tidak bisa lebih jauh/tidak ada jalan/hanya gelap lagi-lagi/
jadi/cukup pantaskah "selamat tinggal" jadi kata selanjutnya/padamu/ya. padamu/aku bertanya?/
12 agustus 2010
Kamis, 19 Agustus 2010
"Harap untuk cinta"
suara itu datang sayup-sayup dari jauh/kabarkan kerinduan yang mendalam pada cinta/
siapa termenung/siapa menungggu/
galau hati makin menjadi-jadi/
suara itu terdengar sayup-sayup dari jauh/beritakan cinta yang penuh rindu membara/
siapa bersimpuh/siapa berair mata/
gundah jiwa makin merana/
mari kemari cinta/duduk bersama di selasar beranda/
menatap senja yang semakin jingga/mengkhayal masa yang kelak tiba/
silahkan termenung cinta/walau waktu hanya menunda/
kealpaan sekali mungkin biasa/bisa dihapus dengan sekali kata/
ahh..malam sudah datang rupanya/dan bintang menyapa lebih dulu dari gelap/
masih berfikir cinta/tunda saja/sandarkan dulu di pinggir beranda/
esok lagi cinta/mungkin masih ada hari yang lain esok/
saat terang menanjak perlahan/saat harap menjadi lebih nyata/
Senin, 16 Agustus 2010
Pemberhentian
satu sore disebuah pemberhentian/hujan rintik jatuh satu satu ke kaca jendela/menikmati lagi dengkuran lelah yang ritmenya menjadi syair puisi/
mungkin ini buktinya cinta/pada hujan kita menghiba/pada sore kita mencari/jalan, jalan menuju bukit agung, dmana asa bersatu/
selayaknya perjalanan/akhir adalah pemberhentian/bertemu, pun tidak/perjalanan mesti brlabuh/entah di samudra luka/entah di gurun bahagia
10 Agustus 2010 (dalam sebuah perjalanan yang akhirnya berakhir)
mungkin ini buktinya cinta/pada hujan kita menghiba/pada sore kita mencari/jalan, jalan menuju bukit agung, dmana asa bersatu/
selayaknya perjalanan/akhir adalah pemberhentian/bertemu, pun tidak/perjalanan mesti brlabuh/entah di samudra luka/entah di gurun bahagia
10 Agustus 2010 (dalam sebuah perjalanan yang akhirnya berakhir)
Langganan:
Postingan (Atom)