Senin, 20 September 2010

kemana!

Di sini perhentianku/pada gundah dan rindu yang sangat mendera/menyayat-nyatat dinding jiwa/membentuk luka kemudian air mata//
Lalu ku minta tanggung jawabmu/atas luka/atas airmata/yang kudapati hanya bisu seribu kata//
Maka ku larut semua duka itu di tanah-tanah basah/sepanjang pelarian kembali untuk menuju tempat pulang//
Tapi di sinipun tak ada apa-apa/hanya sisa bau perih yang tertinggal/dan kemana lagi aku harus berlari/kemana lagi aku harus bersinggah meletakan hati yang tak ingin ku bawa-bawa lagi//

Sabtu, 11 September 2010

Bocah Bocah

bocah-bocah kecil berlarian/bertelanjang dada tanpa alas kaki/tawa-tawa merdu membahana dari mulut-mulut mereka/coba memilih masa depan yang banyak warnanya

tik tok tik tok/waktu juga ternyata berlari/berlomba dengan harapan/untuk cita masa depan/yang beragam bentuknya

ups ada beberapa bocah tertinggal/tersandung beban yang harusnya belum tersandang/beragam sebutanya

tik tok tik tok/waktu tidak berbaik hati menunggu/rupanya takut juga tertinggal harap/dan membeku menjadi masa lalu/bermacam lukanya

_16 Juni 2010 jam 10:00_

Jumat, 10 September 2010

"Aku hanya rindu padamu"

Kutemani kesendirianmu saat ini/saat ramai dikejauhan menjadi musuh yang melukai/kutemani kehampaanmu melewati pagi/saat lelah mengawang-awang di batas sadar//

Berkisah lagi pagi ini/menunggu embun yang menetes dari dedaunan/kisah tentang keriangan/yang melompat jauh sampai entah dimana//aku rindu kisahmu/tentang pagi-pagi yang penuh sinar matahari/rindu kisahmu tentang menyulam mimpi menjadi realita//

Maka kutemani saja kau disini/lewat sebatas kata/yang tidak muluk-muluk/yang mengatakan “aku hanya rindu padamu”

Sabtu, 04 September 2010

Pulanglah..

kupertemukan kau dengan wajah malam/ yang kesepian/yang basah dan berangin/memendam sengsara beribu doa/menyimpan nestapa beribu tangis// 
Kusinggungkan katamu dengan prahara yang melintas di mata zaman/yang seperti kompas bermata 4 penjuru mata angin/berfungsi menunjuk arah/kemana hendak pulang//
Sekarang disini/percuma saja berduka sendiri/tertawapun jadi hampa bila tidak sampai pada hati//menunggu saja/sejenak saja/tidak lama, hanya sampai batas sabar/ yang mampu ditanggung hati/maka berlalulah waktu yang tersangkut disini//
Silahkan berjalan/lewati lorong mana saja yang hendak engkau lewati/tidak akan ada halangan/bahkan krikil pun tak/pulanglah ke mana mata angin yang kau pilih/pulanglah, dan jangan membawa dukaku bersamamu